7.12.08

THE WORST EVER YET TO COME

Bila Sang Pujangga bermadah kata :



You know that kind of guy who’s whining too much in his life? The one yang selalu mencari peluang dan ruang untuk meluahkan segala ke’bengang’an di hati berkenaan setiap satu masalah yang dia hadapi.

Jenis-jenis orang yang tak malu nak mengadu kat kita dengan perihal remeh temeh sebegini:
"Tolong aku! Camne ni? Awek aku dah tau aku kuar ngan minah tu! Please, apa aku nak buat neh?! Aku tak boleh hidup tanpa dia! Punahlah segala kehidupanku kini…” lalu tanpa segan silu beliau menaburkan airmata kelat seumpama lagaknya anak dinasour yang tak mendapat susu ibu. Huduh, sebenar-benar huduh sekali panorama yang disajikan itu.

Well, nasib baik aku bukan orang semacam itu. Nasib baik aku jenis orang yang embrace keceriaan dalam jiwa setiap insan di sekelilingku. Nasib baik aku seorang yang pandai membawa diri dan segala permasalahan hati jauh dari perhatian orang-orang yang dikasihi. Nasib baik aku 'sedar diri’.

Of course, I got some troubles of my own too. Who doesn’t? Mine are mostly emotionally scarring. Bab-bab masalah duniawi neh (harta, pangkat, darjat) biasanya tak mengganggu gugat sangat. Aku bukan peduli sangat pun. Biaq pi laa depa dengan keluarga depa…

Bila berhadapan dengan masalah-masalah jiwa, aku selalu merasakan diri aku sendiri yang perlu menjadi kaunselornya terlebih dahulu before I consult to others. And I don’t care if my otak become sewel or jammed akibat dok berperang dengan suara-suara sendiri dalam jiwa. But unfortunately, the depression is inevitable.

Ya, depression itulah yang seringkali drive oneself to be crazy. A well-known weakness for everyone who doesn’t led a very happy life. Menghamparkan sebaris titian rapuh, lalu memaksa kita melintasinya, whether you like it or not.

At this stage, aku sering memandang enteng akan sebarang masalah yang mendatangi diri. Of course, manusia lemah akal dan cetek ilmu seperti aku sudah pasti gagal untuk memikirkan tentang solutions; tapi sebaliknya lebih gemar untuk sekadar meratapi sesuatu musibah itu. Namun, entah kenapa I always find myself quite optimistic at the end of the day. Maybe perkara ini didorong oleh sifat aku yang selalu berlagak pandai seolah-olah aku memiliki jawapan bagi setiap masalah dalam dunia neh.

Satu frasa yang sering menemaniku tatkala aku sedang melemparkan pandangan kosong ke arah longkang busuk bersebelahan Metro Kajang; sambil termenung seorang diri serta rokok tersemat di jari: “Come on Jai, you’ve been through worse than this…”

Seperti yang aku katakan awal tadi, masalah-masalah aku sering dinilai enteng oleh diriku sendiri lalu membolehkan aku melupakannya dan kembali tegak berdiri, dan langkah digagahi.

Kini, teknik self-defense yang aku develop itu mula menampakkan tanda-tanda bakal memakan diri. Persoalan-persoalan seperti "how much worse could I handle before the worst ever yet to come in my life? What would happen to me then?’’ mula meracuni benak fikiran.

I know I should be strong. Because I’m the one who suppose to be in charge in this weak, filthy body. I need to strengthen my soul in order to stay alive for the upcoming glorious years in my life. I will become somebody, I will get married, I will be put in charge for other people’s life one day; so I have to be prepared, and ready.

But you know, sometimes… that 'one time’, I just wish that I could solve all my problems by hurting others. At least that seems as an easier way for me…



System Of A Down – Roulette

I have a problem but I cannot explain,

I have no reason why it should have been so plain,
Have no questions but I sure have excuse,
I lack the reason why I should be so confused,

I know, how I feel when I'm around you,
I, don't know, how I feel when I'm around you,
Around you,

Left a message but it ain't a bit of use,
I have some pictures, the wild might be the deuce,
Today you saw, you saw me, you explained,
Playing the show and running down the plain,

I know, how I feel when I'm around you,
I, don't know, how I feel when I'm around you,
I, I know, how I feel when I'm around you,
I don't know, how I feel when I'm around you,
Around you

I, I know, how I feel when I'm around you,
I, don't know, how I feel when I'm around you,
I, I know, how I feel when I'm around you,
I, don't know, how I feel when I'm around you,
Around you, around you, around you, around you



p/s : Salam Aidiladha... entri aku sering kedengaran tak selari dengan perkembangan semasa dan terkini disebabkan sistem autopost yang telah aku manipulasi ini. So, maaf zahir dan batin. Korbankanlah sifat ke'menyampah'an kamu kepadaku itu


~Pi Em Es ku kembali!~

4 KoMen:

Ungku Nor said...

ehemm..ingatkan awak nak citer pasal tragedi tanah runtuh kat Bkt Antarabangsa tu..;p

Mak Su said...

bagi maksu ler, boleh, apa salahnya dgn meluahkan rasa, kat kengkawan yg close ngan kita. tapi, tak tahu hati manusia, kekadang kengkawan tu sebenarnya berlakon jer dpn kita :(

maksu pernah terkena. bukan dulu2, baru jer terkena. nyesal gaks

tapi dia pun whining gaks, so, i thot its ok to give and take, tak sangka plaks, ia jadi bahan fitnah dan lelucon dia :(

tapi.... pantang gerak skit whining, gerak sikit whining... peninglah nak layan, ek :)

err....gua balik dulu ek.

mamarempit said...

cemaner la rupe anak dinosor tu yek...kalo jenis t-rex tu...cemaner la dia nyusu kt omak dio kan???? hulallala....

Akeji Hiroshi (formerly known as Mr. Ajai) said...

kak UN : eheh... saya kan tak mengikuti perkembangan semasa kak... hehehe...

maksu : apesal tak singgah lame2 lagi maksu... arang dapat komen camneh neh...

tu laa masalahnya kan... patutnye dalam perhubungan kene arr ade giv & tek... neh semua nak tek je... bengkrap arr dibuatnya... huhu...

tengs sbb singgah lelama, walaupun saya bukan 'anonymous'... hahak!

mama : ntahnye... siap ngan taring lagi bagai... huhu... 18sg sungguh!

Post a Comment

Any Comment? Anybody?